6 Napier Road, #07-11, Gleneagles Medical Centre, Singapura 258499
Hubungi kami untuk janji temu
6472 2283
Select Language:
Prolaps uteri-vagina
Istilah ini berarti penurunan uterus ke vagina.
Berdasarkan kategorisasi umum, terdapat 3 tingkat penurunan, yang dalam istilah orang awam disebut ringan, sedang, dan berat. Dalam bentuk yang berat, uterus hampir sepenuhnya berada di luar vagina. Masalah kesehatan ini jarang ditemukan dewasa ini karena perawatan medis lebih baik dan jumlah kehamilan yang lebih sedikit.
Mengapa terjadi prolaps uterus?
Kita harus memahami lebih dulu bahwa uterus merupakan organ yang sangat mudah bergerak di rongga pelvis wanita. Uterus tetap berada di tempatnya berkat berbagai penyangga yang disebut ligamen, yang terutama terdiri atas jaringan serat dan sedikit serat otot.
Penyangga ini menerima tekanan yang sangat besar selama kehamilan dan kelahiran melalui vagina. Oleh karena itu, inilah 2 penyebab utama prolaps uterus. Kehamilan sendiri juga dapat menyebabkan prolaps uteri-vagina meskipun tanpa kelahiran melalui vagina. Jadi, pilihan melahirkan semua bayi melalui sesar tidak akan sepenuhnya mencegah masalah kesehatan ini.
Penyebab penting lain dari prolaps uterus adalah usia dan menopause, obesitas, batuk kronik dan konstipasi, tumor pelvis, serta pengerahan tenaga fisik (seperti jogging, lari, aerobik). Dalam kasus yang langka, kelemahan bawaan penyangga uterus mendukung terjadinya prolaps uteri-vagina pada wanita muda yang belum pernah melahirkan.
Gejala prolaps uteri-vagina
  1. Benjolan atau tonjolan di vulva.
  2. Kebocoran urine saat batuk, bersin, melompat (inkontinensi tekanan urinaria/ SUI). Hubungan antara prolaps uteri-vagina dan SUI ini sangat umum karena secara anatomis kandung kemih dan uterus berada sangat dekat. Jadi, penurunan uterus biasanya juga menyebabkan turunnya kandung kemih.
  3. Ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih dengan mudah dan terkadang, urin bisa tertahan seluruhnya. Ini merupakan pertanda utama SUI, dan pada tingkat prolaps yang sangat parah, saluran urinaria bisa tertekuk. Keterkaitan ini harus dipahami, karena penanganan prolaps dengan bedah akan mengatasi masalah aliran urinaria, namun mungkin tidak mengatasi penyebab SUI!
  4. Frekuensi buang air kecil. Ini merupakan akibat pengosongan kandung kemih secara tidak menyeluruh. Sisa urine meningkatkan risiko infeksi.
Penatalaksanaan
Pencegahan merupakan kunci dari penatalaksanaan.
Pengelolaan kehamilan dan melahirkan yang tepat sangatlah penting. Latihan lantai pelvis pasca melahirkan harus dilakukan secara rutin dan disiplin. Istirahat dan nutrisi yang baik juga sangat penting. Jika terjadi anemia yang semakin parah karena kehilangan darah berlebih pada tahap ketiga melahirkan, maka hal ini harus diatasi.
Penuaan dan menopause juga saling mempengaruhi. Jika tidak ada kontraindikasi medis, maka penggantian hormon cukup membantu pada kasus yang ringan. Pelaksanaan singkat perawatan hormon juga penting dalam menyiapkan pasien untuk bedah, terutama jika pasien telah menopause cukup lama, dan kulit vagina tipis dan kering.
Menghindari semua penyebab lain akan membantu mencegah terjadinya prolaps uteri-vagina.
Meski demikian, pada kebanyakan kasus, ketika pasien mengunjungi dokter spesialis ginekologi, biasanya kondisinya sudah pada tahap akhir, artinya tetap diperlukan perawatan bedah.
Bedah untuk Prolaps Uteri-vagina
Kecuali pada kasus yang sangat parah pada prolaps uterus tingkat tiga, mempertahankan uterus dapat dipertimbangkan. Uterus tidak harus selalu diangkat!
Prosedur bedah itu jumlahnya banyak, dan secara umum meliputi kolporafi anterior dan/atau posterior, perbaikan Manchester, perbaikan sakro-spinous, prosedur laparoskopi, histerektomi vagina. Sedikit proses penguatan dengan jaring mungkin dibutuhkan dalam prosedur perbaikan
Jika terjadi SUI, maka akan dibutuhkan sling uretra tengah atau colposuspension (abdomen atau laparoskopi).
Diskusikan ini dengan dokter spesialis ginekologi Anda
Perawatan pasca operasi sangat penting karena jaringan yang diperbaiki membutuhkan waktu untuk pulih dan tertata. Biasanya, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas fisik dan seksual selama 2 bulan.
Kirimi kami pertanyaan
Info Kontak
6 Napier Road, #07-11
Gleneagles Medical Centre
Singapura 258499
Telp :  6472 2283 (telepon untuk janji temu)
Faks : 6473 5928
Email : seethoclinic@gmail.com